Padang, 27 Oktober 2026 — Ikatan Akademisi Pendidikan Nonformal Indonesia (IKAPENFI) mulai memantapkan langkah strategis kepengurusan periode 2026-2030 melalui penguatan tata kelola organisasi, pengembangan basis data nasional Pendidikan Nonformal (PNF), serta perluasan jejaring kemitraan dengan pemerintah dan lembaga internasional.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Pertemuan Perdana Pengurus IKAPENFI periode 2026-2030 yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Selasa (27/10/2026). Pertemuan yang berlangsung pukul 18.30-19.54 WIB ini menjadi langkah awal untuk menyelaraskan agenda organisasi dan merumuskan program kerja yang terukur serta realistis untuk dilaksanakan selama masa kepengurusan.

Salah satu agenda prioritas yang dibahas adalah pengembangan basis data nasional alumni program studi Pendidikan Nonformal, khususnya lulusan yang telah bekerja di sektor pemerintahan maupun swasta. Pengumpulan data tersebut direncanakan melalui pelaksanaan tracer study secara nasional.

Basis data alumni ini diharapkan dapat menjadi landasan empiris untuk menunjukkan kontribusi lulusan Pendidikan Nonformal di dunia kerja sekaligus memperkuat argumentasi akademik mengenai keberadaan, relevansi, dan peran program studi PNF di Indonesia.

Selain data alumni, IKAPENFI juga memandang penting tersedianya basis data dosen Pendidikan Nonformal beserta bidang kepakarannya. Pendataan direncanakan dilakukan secara masif dan berjenjang dengan melibatkan program-program studi PNF di berbagai perguruan tinggi. Informasi tersebut nantinya akan dihimpun melalui situs web resmi IKAPENFI sebagai pusat informasi akademik Pendidikan Nonformal.

Ketersediaan data yang mutakhir dan terorganisasi diharapkan dapat memperkuat posisi IKAPENFI dalam membangun komunikasi kebijakan dengan pemerintah, termasuk dalam menyampaikan masukan berbasis bukti mengenai perkembangan Pendidikan Nonformal di Indonesia.

Bangun Komunikasi Strategis dengan Kementerian

Dalam pertemuan tersebut, pengurus juga membahas rencana pengembangan jejaring kelembagaan melalui audiensi resmi dengan kementerian terkait, yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Sekretariat Jenderal IKAPENFI akan menyiapkan permohonan audiensi sebagai langkah awal membangun komunikasi dan kemitraan strategis dengan kedua kementerian tersebut. Upaya ini diharapkan membuka ruang dialog mengenai perkembangan Pendidikan Nonformal, kebutuhan penguatan program studi, serta kontribusi akademisi PNF terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Penguatan hubungan kelembagaan ini menjadi semakin penting di tengah dinamika kebijakan pendidikan yang terus berkembang. Sejalan dengan hal tersebut, pengurus juga membahas kemungkinan peninjauan kembali sejumlah ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) agar tetap relevan dengan perkembangan organisasi dan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

Program Kerja Terukur dan Penguatan Tata Kelola

Selain agenda eksternal, pertemuan perdana ini menekankan pentingnya konsolidasi internal. Setiap bidang diminta segera menyusun sekurang-kurangnya satu program kerja yang realistis, terukur, dan memungkinkan untuk direalisasikan selama periode kepengurusan.

Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan bahwa keberadaan setiap bidang dalam struktur organisasi menghasilkan kontribusi nyata, bukan sekadar pembagian tugas administratif. Sekretariat Jenderal juga diminta menertibkan dokumen kepengurusan dan mengelolanya sebagai arsip penting organisasi.

Pengurus turut membahas pembaruan desain dan masa berlaku Kartu Tanda Anggota (KTA) IKAPENFI. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah kemungkinan integrasi fitur uang elektronik (e-money) serta penyesuaian masa berlaku kartu dengan periode kepengurusan. Gagasan ini masih memerlukan pembahasan dan perencanaan lebih lanjut.

Di sisi lain, Bidang Teknologi Informasi dan Website telah melakukan perbaikan serta penataan data pada situs web organisasi. Pengembangan ini diharapkan mendukung fungsi website sebagai pusat informasi, dokumentasi, dan penguatan jejaring akademisi Pendidikan Nonformal di Indonesia.

Perluas Jejaring Akademisi PNF ke Tingkat Internasional

IKAPENFI juga membahas peluang memperluas kemitraan internasional melalui kolaborasi keanggotaan dan jejaring antara dosen Pendidikan Nonformal dengan lembaga maupun asosiasi internasional. Gagasan ini merupakan bagian dari upaya membuka peluang kerja sama akademik yang lebih luas, memperkuat pertukaran pengetahuan, serta meningkatkan keterhubungan akademisi PNF Indonesia dengan perkembangan Pendidikan Nonformal dan pembelajaran sepanjang hayat di tingkat global. Untuk menjaga kesinambungan komunikasi dan pelaksanaan agenda organisasi, pengurus menyepakati perlunya pertemuan rutin setiap bulan. Jadwal pelaksanaan berikutnya akan diinformasikan kemudian.

Meneguhkan Peran IKAPENFI bagi Pendidikan Nonformal Indonesia

Pertemuan perdana pengurus periode 2026-2030 menandai dimulainya konsolidasi organisasi dengan penekanan pada penguatan tata kelola, penyediaan data berbasis bukti, pengembangan kemitraan strategis, dan pelaksanaan program kerja yang realistis. Melalui agenda tersebut, IKAPENFI diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai wadah akademisi Pendidikan Nonformal Indonesia dalam memperkuat pengembangan ilmu, mendukung peningkatan mutu pendidikan, serta memberikan kontribusi pemikiran terhadap kebijakan pendidikan nasional. Dengan pengelolaan organisasi yang lebih tertata, dukungan data yang kredibel, dan jejaring kolaborasi yang semakin luas, IKAPENFI periode 2026–2030 memiliki landasan awal untuk mendorong kontribusi akademisi Pendidikan Nonformal yang lebih terarah dan berdampak bagi masyarakat Indonesia.